Berganti hari berbagi cerita, cinta dan asa
Kecemburuan hadir saat galau menyeruak
Takut, diriku berbagi hati dengan bidadari bermata jeli
Jangan khawatir bisikku lirih
Bukankah kamu aku pilih karenΓ kesholehanmu
Engkau perhiasan dunia terbaik bagiku
Kepalanya berada dalam pangkuannku
Sarangheyo, Kirana...
Jemariku menggengam erat tangannya
Lama sekali...kurasakan getaran kuat mengalir diantaranya
Kekuatan cinta.
Kirana, jikalau perjumpaan kita didunia terlalu singkat
Berdoalah, akhirat tempat hidup yang abadi
Yakinlah, takkan lama...
Keringat mengucur,wajah sendu itu dipaksakan menatapku
Lama....akhirnya,senyum itu mengembang sempurna
Tenggorokanku tercekat,
Alunan syahadat terbata
Genggaman tangan itu semakin lemah
Nafas kehidupan terhenti
Diam, terpana
Derai sunyi mati
Dunia berhenti berputar
Kisah ini harus berakhir
Separuh nafasku pergi
Kekasih hati, bidadari duniaku
#SOUL_MATE ππππ#
catatan harian suster Purnama
Minggu, 30 Agustus 2015
Tulang Rusuk
Sejak zaman asali
Saat ruh kehidupan mulai ditiupkan
Bait-bait kehidupan sudah tersaji
Perjanjian insan dengan Allah dialam malakut
Seperti adam dan hawa
Begitulah kisah cinta akan bermula
Lelaki yang baik untuk perempuan yang baik
Janji Allah pada ciptaan_Nya yang sempurna
Maka nikmat Allah manakah yang engkau ingkari?
Sedang kasih_Nya tak pernah bertepi
Berpegang teguhlah pada tali Allah
Kelak, simpul akan merekat pada saatnya
Pinanglah dengan syahadat
Atas nama cinta melangkah bersama
Akh, bidadara bermata elang
Kusimpan pucuk-pucuk rindu sampai akad menghalalkan kita
Tetaplah istiqamah, tawadhu dan qanaah
Karena, hanya itu yang aku harapka darimu
Aku bukanlah perempuan yang sempurna
Jauh dari angan yang kau rasa
Tapi.....aku percaya.
Tulang rusuk takkan pernah tertukar dengan pemiliknya
Layaknya teori genetik, kecenderungan memiliki kesamaan
Semua sudah terencana dengan sempurna
Pada saat dan waktu yang tepat.
Saat ruh kehidupan mulai ditiupkan
Bait-bait kehidupan sudah tersaji
Perjanjian insan dengan Allah dialam malakut
Seperti adam dan hawa
Begitulah kisah cinta akan bermula
Lelaki yang baik untuk perempuan yang baik
Janji Allah pada ciptaan_Nya yang sempurna
Maka nikmat Allah manakah yang engkau ingkari?
Sedang kasih_Nya tak pernah bertepi
Berpegang teguhlah pada tali Allah
Kelak, simpul akan merekat pada saatnya
Pinanglah dengan syahadat
Atas nama cinta melangkah bersama
Akh, bidadara bermata elang
Kusimpan pucuk-pucuk rindu sampai akad menghalalkan kita
Tetaplah istiqamah, tawadhu dan qanaah
Karena, hanya itu yang aku harapka darimu
Aku bukanlah perempuan yang sempurna
Jauh dari angan yang kau rasa
Tapi.....aku percaya.
Tulang rusuk takkan pernah tertukar dengan pemiliknya
Layaknya teori genetik, kecenderungan memiliki kesamaan
Semua sudah terencana dengan sempurna
Pada saat dan waktu yang tepat.
Selasa, 18 Januari 2011
kutemukan jalan terbaik...bisakah??
Dari secebis kisah dibalik memorian kehidupan
Terentas kisah ini, seorang hamba
Bercerita,berdoa, dan berkeluh kesah pada_Nya
Berharap ampunan dari_Nya, atas dosa dan kesalahan yang pernah...dan mungkin yang menghadang...
Dimasa yang akan datang
Kekasih hati, penguasa tunggal alam semesta
Aku rindu, tapi aku takut akan siksamu
Berusaha berselimutkan malam-malam panjang dengan zikir-Mu
Ampunilah selembar nyawa hambamu ini
Dengan taubat, aku berharap temukan kembali jalanmu
Biarkan cahaya iman menerangi ruang Qalbuku
Aku ingin mengenal engkau dalam ruang shalatku
Aku ingin...engkau menatapku dengan pancaran cinta dan rahmatmu...
Akupun juga ingin engkau,pilihkan bersama para hambamu yang bertaqwa....
Serta bersama insan zuhud, yang menghabiskan sisa umurnya di jalanmu.....
Tuhan, jika memang ikhtiar ini yang terbaik aku pasrah...
Tuhan, Aku juga rela jika ta'aruf panjangku...engkau Pilihkan...DIA....(Entah Siapa???)
Dan, aku juga percaya kalau semua ini membutuhkan isthikharah lagi pada mu...Akan aku jalani....
Semua demi jalan terbaik untuk kembali menghadapmu
kelak jika engkau akan memanggilku..kembali menghadapmu
Harapku, semoga disisa umurku mampu menatapmu....dengan kebeningan hati...
dan engkau jadikan mutmainnah ats ruang Qalbuku....
Dan engkau jadikan Qurrota Ayyunin, Daku! Bagi Ayah dan Bundaku.....A-M-I-N.
Kututup Lembaran hari ini dengan serangkai doa panjang, Ya Rabbi...
Terentas kisah ini, seorang hamba
Bercerita,berdoa, dan berkeluh kesah pada_Nya
Berharap ampunan dari_Nya, atas dosa dan kesalahan yang pernah...dan mungkin yang menghadang...
Dimasa yang akan datang
Kekasih hati, penguasa tunggal alam semesta
Aku rindu, tapi aku takut akan siksamu
Berusaha berselimutkan malam-malam panjang dengan zikir-Mu
Ampunilah selembar nyawa hambamu ini
Dengan taubat, aku berharap temukan kembali jalanmu
Biarkan cahaya iman menerangi ruang Qalbuku
Aku ingin mengenal engkau dalam ruang shalatku
Aku ingin...engkau menatapku dengan pancaran cinta dan rahmatmu...
Akupun juga ingin engkau,pilihkan bersama para hambamu yang bertaqwa....
Serta bersama insan zuhud, yang menghabiskan sisa umurnya di jalanmu.....
Tuhan, jika memang ikhtiar ini yang terbaik aku pasrah...
Tuhan, Aku juga rela jika ta'aruf panjangku...engkau Pilihkan...DIA....(Entah Siapa???)
Dan, aku juga percaya kalau semua ini membutuhkan isthikharah lagi pada mu...Akan aku jalani....
Semua demi jalan terbaik untuk kembali menghadapmu
kelak jika engkau akan memanggilku..kembali menghadapmu
Harapku, semoga disisa umurku mampu menatapmu....dengan kebeningan hati...
dan engkau jadikan mutmainnah ats ruang Qalbuku....
Dan engkau jadikan Qurrota Ayyunin, Daku! Bagi Ayah dan Bundaku.....A-M-I-N.
Kututup Lembaran hari ini dengan serangkai doa panjang, Ya Rabbi...
sayap-sayap patah....(kisah seuntai harapan yang tersisa...)
harap ingin terbang tinggi, sayap patah tersangkut ranting...
dalam harap,sebait doa pendek terlontar dari paruhnya....
Aku masih ingin terbang tinggi...
mengepakkan sayap, melihat indahnya dunia dari cakrawala luas...
menelisik,awan membubung tinggi...
bercanda dan tertawa lepas...
tapi semua buntu,,,,Tinggal dalam hayalan tanpa makna....(sedih)
cuma bisa berharap, keajaiban bakal datang...
syukur...pertolongan itu datang
tak perlu berlama-lama menanggung sakit yang tak terperi....
seorang bocah kecil yang baik hati,
menjahit dan merawat sayapnya...
hingga, suara cicitnya pun terdengar....(Tanda terima kasih...atas pertolongnya)
---Aku Bisa melanjutkan lagi petualangn ini, Desak batinnya perlahan....------
dalam harap,sebait doa pendek terlontar dari paruhnya....
Aku masih ingin terbang tinggi...
mengepakkan sayap, melihat indahnya dunia dari cakrawala luas...
menelisik,awan membubung tinggi...
bercanda dan tertawa lepas...
tapi semua buntu,,,,Tinggal dalam hayalan tanpa makna....(sedih)
cuma bisa berharap, keajaiban bakal datang...
syukur...pertolongan itu datang
tak perlu berlama-lama menanggung sakit yang tak terperi....
seorang bocah kecil yang baik hati,
menjahit dan merawat sayapnya...
hingga, suara cicitnya pun terdengar....(Tanda terima kasih...atas pertolongnya)
---Aku Bisa melanjutkan lagi petualangn ini, Desak batinnya perlahan....------
doa......
tuhan.....
tubuh ini kian ringkih di makan usia....
sementara, jiwa ini masih terasa hampa....
andai suatu saat engkau memanggil hamba.....
dan meminta tanggung jawab atas segala perbuatan didunia....
hamba tak sanggup tuhan.
rasanya hamba terlalu banyak berbuat dosa....
kasih sayang ayah dan bunda belum lagi terbalaskan......
sementra jiwa ini masih selalu menatap glamornya kehidupan....
tuhan, zuhudkan jiwa ini....
sebelum ajal memanggil.......
kalaupun engkau meminta hamba kembali kepangguanmu.....
jemputlah hamba di makkah ataupun di Madinah Almunawarrah .....
dalam pangkuan suami yang hamba cintai......
sebait asa dalam sepenggal doa.....
pada tuhan kekasih tercinta.....
aminnnn...!!!!!
bunda......
Senja merapat, keperaduan malam...
Semburat jingga melukis kaki langit dengan sejuta pesonanya...
Diteras pondok yang kian rapuh dimakan rayap....WANITA TUA
Tergambar pias, bias sendu di wajah wanita tua itu...
Duduk bermenung menatap,birunya kaki pegunungan yang
Berganti dengan warna biru tua....hampir gelap
Rindu...."Katanya".Anakku jauh di rantau orang
Masih ingatkah dia akan ranah minang....Kampung halaman tercintanya,
Tumpah darahnya,tempat ia di lahirkan dan di besarkan....
Buah hatiku tersayang, kini raga bunda kian ringkih dimakan usia....dan tubuh ini telah lapuk....
Engkau jauh, bunda pun jauh...
Meski engkau jauh dimata nak,tapi dekat di hati
Kirimlah pesan nak, atau kecupan kangen buat Bunda!!
Jangan lupakan aku nak....
Meski kn, rasanya rendang udah berganti ma tahu atau tempe....
tapi engkau adalah Putra ku satu-satunya, takkan ada yang lain di hati bunda nak
"Tungga babeleng, harapan bunda...!!"
Hanya pesan rindu yang tersimpan dihati bunda
Mungkin malam pun akan menjemput....
tapi sayang, engkau tak pernah mengerti
Akan ketulusan hati seorang Bunda
Pulanglah....
Selagi nyawa bunda masih di kandung badan
Ranah minang ini masih jadi milik bunda
Semburat jingga melukis kaki langit dengan sejuta pesonanya...
Diteras pondok yang kian rapuh dimakan rayap....WANITA TUA
Tergambar pias, bias sendu di wajah wanita tua itu...
Duduk bermenung menatap,birunya kaki pegunungan yang
Berganti dengan warna biru tua....hampir gelap
Rindu...."Katanya".Anakku jauh di rantau orang
Masih ingatkah dia akan ranah minang....Kampung halaman tercintanya,
Tumpah darahnya,tempat ia di lahirkan dan di besarkan....
Buah hatiku tersayang, kini raga bunda kian ringkih dimakan usia....dan tubuh ini telah lapuk....
Engkau jauh, bunda pun jauh...
Meski engkau jauh dimata nak,tapi dekat di hati
Kirimlah pesan nak, atau kecupan kangen buat Bunda!!
Jangan lupakan aku nak....
Meski kn, rasanya rendang udah berganti ma tahu atau tempe....
tapi engkau adalah Putra ku satu-satunya, takkan ada yang lain di hati bunda nak
"Tungga babeleng, harapan bunda...!!"
Hanya pesan rindu yang tersimpan dihati bunda
Mungkin malam pun akan menjemput....
tapi sayang, engkau tak pernah mengerti
Akan ketulusan hati seorang Bunda
Pulanglah....
Selagi nyawa bunda masih di kandung badan
Ranah minang ini masih jadi milik bunda
tentang kamu....
Senyumku mengembang jika mebyangkan syurga...
Tapi cemburu ini akan hadir saat kau membagi kasih dengan bidadari bermata jeli...
Tapi aku juga ingat ucapanmu, wanita sholehah tiada duanya,karena ibadahnya di dunia....
Wahai pujaan hati akan ku tompangkan hidup ini padamu....
Bukankah kita sudah komitmen,saat ijab qabul di lafazkan untuk Merajut kasih diatas nama_NYA....hingga maut menjemput...
Minta tau perjumpaan di dunia hanya sementara,karena itu kita Mohon perjumpaan yang kekal di akhirat...hingga kita tak Terpisahkan ruang dan waktu...wahai pujaan hati.
Tapi cemburu ini akan hadir saat kau membagi kasih dengan bidadari bermata jeli...
Tapi aku juga ingat ucapanmu, wanita sholehah tiada duanya,karena ibadahnya di dunia....
Wahai pujaan hati akan ku tompangkan hidup ini padamu....
Bukankah kita sudah komitmen,saat ijab qabul di lafazkan untuk Merajut kasih diatas nama_NYA....hingga maut menjemput...
Minta tau perjumpaan di dunia hanya sementara,karena itu kita Mohon perjumpaan yang kekal di akhirat...hingga kita tak Terpisahkan ruang dan waktu...wahai pujaan hati.
Langganan:
Komentar (Atom)
